Syair Pecandu Cinta

Resensi Novel oleh Kodriyah

Camera 360Judul : Relief
 Pengarang : Intan Puspita dan Aditya Dion M
 Penerbit : Caesar
 Kota Terbit : Klaten Jawa Tengah
 Tahun Terbit : April 2003
 Jumlah Halaman : xi – 160 halaman 

Intan Puspita lahir di Malang 11 Oktober, Ia merupakan sarjana ekonomi lulusan FISIP Brawijaya Malangyang saat ini bekerja di salah satu bank pemerintah Indonesia. Tulisan pertamanya bertajuk drama Ballant en Lescenari De La Meva Vida. Di buku keduanya Relief yang ia garap bersama Dion, Intan berusaha menggali lebih dalam tentang bakatnya di dunia sastra. Dion dengan nama lengkap Adittya Dion M adalah pria kelahiran Jakarta 29 September yang sedang menekuni karir di bidang property di Pulau Bali.

Cinta itu pahatan di hati kita mungkin akan abadi layaknya pahatan dalam dinding candi. Merupakan petikan sajak yang dipilih Intan dan Dion sebagai pembuka novel mereka yang menceritakan cinta terlarang dua insan muda. Mereka adalah Ida Ayu Mahadewi dan Iqbal Khairani, dua pribadi yang dilahirkan dari tokoh agama tersohor yang sama-sama memiliki jiwa seni yang mendalam. Keduanya merupakan pemula cinta yang baru saja merasakan indahnya secawan cinta. Ditulis dengan dua tokoh tersebut sebagai pelaku utama dan penyajian peristiwa yang runtut dengan alur maju yang membuat karya sastra ini menarik. Namun penggambaran karakter dan lingkungan kedua tokoh yang nyaris sempurna memperjelas cerita dalam novel ini tidaklah nyata. Selain itu, kedua tokoh aku yang menceritakan masing-masing sebagai inti ceria membuat pembaca berpikir sejenak untuk emnemukan salah satu tokoh yang sedang bercerita. Tidak hanya itu pembuka novel yang menceritakan awal kelahiran mereka membuat novel ini seperti cerita anak-anak, akan tetapi rasa penasaran tidak dapat dipungkiri ketika tiba di bagian tengah cerita.

Iqbal Khairani, sastrawan muslim yang jatuh cinta dengan Ida Ayu Mahadewi, seorang penari hindu berdarah Bali yang mirip dengan Mahadewi kekasih khayalan Iqbal. Mengetahui kekasih pujaannya juga memiliki rasa yang sama membuat dua insan itu sepakat menjalin rasa, namun cintanya kelabu ketika dua keluarga mengetahui hubungan lintas agama tersebut. Keduanya bimbang memilih antara keluarga, agama, atau cinta. Di atas kebimbangan itu keyakinan datang pada Iqbal, ia nekat menemui Mahadewi di kediaman agungnya. Namun hancur hatinya ketika kedatangannya disambut oleh pria yang mengaku sebagai tunangan pujaannya tersebut. Ia pulang membawa nestapa, tapi pada akhirnya tak mampu menahan luapan cintanya kepada Mahadewi. Ia putuskan pergi menjauh dari dunia menuju Borobudur. Lalu ia meninggalkan dunia ini setelah menulis sebuah sajak yang menyatakan cintanya yang seperti pahatan relief candi. Abadi walau ia telah tiada.

Kisahnya sangat menggetarkan hati. Namun satu yang disayangkan, nilai-nilai ketuhanan yang dikesampingkan, bahkan nyaris dilanggar adalah contoh yang tidak patut, tetapi seolah dibenarkan dalam novel ini. Termasuk juga di dalamnya sikap penentangan terhadap keluarga dan luapan emosi yang merujuk kepada penyalahan takdir Tuhan. Di balik semua itu rangkaian kalimat yang disusun dalam bentuk sajak menjadi daya tarik tersendiri pada novel ini. Apalagi bahasanya mudah dipahami. Walaupun dibumbui dengan bahasa Bali, namun tetap menyelipkan artinya.

Rangkaian puisi pada bagian awal semakin membuat novel ini menarik dibaca sebagai novel sastra. Setelah membaca buku ini pembaca akan terbawa pada suasana puitis, bahkan akan mampu mengungkapkan perasaan dalam bentuk kalimat-kalimat yang indah. Hal itulah yang menjadikan karya ini patut dibaca sebagai referensi sekaligus menambah wawasan sastra.*)

kodriyahKodriyah lahir Banjarnegara 05 Oktober 1997. Pemilik kesukaan membaca ini tinggal di Desa Sipedang Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara bersama orang tuanya, Bapak Nurudin dan Ibu Sartini. Sekarang masih menjadi siswa Kelas XII IPA Keterampilan MAN 2 Banjarnegara, Jalan Letjen Suprapto 95 A Banjarnegara 53417.

One thought on “Syair Pecandu Cinta

  1. Ping-balik: Syair Pecandu Cinta | Perpustakaan Mandua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s