Puisi-puisi Mohamad Rifki Isnawan

Kenangan Abadi

Hari demi hari terus berlalu
Menyisakan kisah tiada pilu
Teringat ketika kita pertama kali bertemu
Kau nampak begitu malu-malu

Oh sahabat…
Kini engkau entah pergi ke mana
Entah untuk alasan apa
Bayang-bayangmu tak pernah pudar
Meski tak mungkin bisa kukejar

Kini, aku hanya bisa mengingatmu
Mendoakanmu setiap waktu
Untuk sebuah kenangan di masa lalu
Kenangan yang terukir jelas, indah, dan abadi
(Mohamad
Rifki Isnawan)

Anak Desa

Ketika cahaya merah mulai memecah kegelapan
Saat
ayam-ayam kampung saling bercengkerama
Terlihat
seorang anak lucu nan lugu
Melepas
tawa tiada ragu

Berlari….
Bernyanyi….
Itulah
yang dilakukan anak desa
Sebelum
waktu bekerja tiba

Bekerja membantu mamak tanpa keluh
Dengan
gembira ia lakukan, dengan ceria ia jalankan
Ia
masih tak mengenal lelah
Hingga
waktu petang mulai membentang
(Mohamad
Rifki Isnawan)

Negeriku Surgaku

Indahnya negeriku…
Pesonamu
tak lekang ditelan zaman
Bagai
pelita yang menerangi hidupku
Hidup
yang damba akan kemakmuran

Daratan hingga lautan
Semua
menyimpan kekayaanmu yang tiada batas
Baik
kekayaan bahari, tambang, sampai kebudayaan
Tetap
kau jaga kearifannya, walau sekadar di atas kertas

Kau masih merahasiakan kekayaanmu
Masih
merahasiakan sejuta keindahanmu
Dan
akan selalu menjadi rahasia bagi seluruh umat
Sebuah
rahasia surga di tanah adat
(Mohamad
Rifki Isnawan)

M. Rifki IsnawanMohamad Rifki Isnawan lahir di Banjarnegara, 2 Oktober 1997. Siswa Kelas XII IPA4 MAN 2 Banjarnegara ini, sekarang masih tinggal bersama orang tuanya di Blambangan RT 05 RW 05 Kecamatan Bawang, Banjarnegara. Ia berprinsip bahwa hidup untuk hari ini, belajar dari sekarang, dan berharap untuk esok hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s