Tiada Ekor di Depan

Oleh Intan Indriyani

images2Hari jumat 27 Oktober 2015, sekitar pukul 10.30 WIB aku menginjakkan kaki ini di tempat tujuanku bersama Ranti dengan bunga mawar putih kesukaan Hasna. Aku merasa tidak pantas untuk berada di tempat ini, tapi apa daya, aku harus melakukannya. Dengan tujuan mendapat maaf darimu yang ku tahu itu takkan mungkin aku dapatkan.

Sebulan lalu aku masih mempunyai Hasna dia adalah teman yang sangat aku sayangi, entah sebagai sahabat atau bahkan lebih dari itu, yang jelas aku sangat menyayanginya. Namun rasa sayang itu perlahan aku hapuskan dari hati kecilku, pada saat kutahu ada orang lain yang lebih menyukainya. Orang itu adalah teman kecilku, yang bernama Farhan.

Aku tidak menyangka kalau kita akan bertemu lagi Ri, aku sangat senang bisa kamu kenalkan pada sahabatmu itu, aku suka pada Hasna, kamu mau kan bantu aku untuk bilang pada Hasna kalau aku cinta sama dia?

Kenapa aku harus bantu kamu Han? Kamu bisa bilang sendiri pada Hasna kan?

Tapi Rio.. kamu kan lebih tahu tentang Hasna, jadi bantu aku ya.

Tapi aku nggak janji ya…

Iya nggak apa- apa deh, terima kasih ya.

Sejak aku tahu tentang perasaan Farhan, entah mengapa aku menjadi tidak suka saat bersama Hasna, aku juga tidak tahu kenapa aku malah berusaha untuk menjauhinya, bahkan untuk bicara padanya aku merasa tidak mau, aku berharap tidak melihat dan bertemu Hasna. Aku harus melupakan Hasna.

RioTunggu aku, ada yang harus kita bicarakan. Ayo kamu ikut aku.

Aku tak merespon ajakan Hasna, dan aku hanya bisa berdiam seperti patung di hadapannya

Rioayo kenapa kamu disitu saja. Oke kalau kamu nggak mau ikut aku. Aku akan menyelesaikannya disini. Aku mau Tanya apa salah aku sama kamu? Ayo jawab pertanyaanku!

Hasna aku ada tugas kuliah, kata bicara kapan-kapan saja.

Apa sebenarnnya yang kamu lakukan, kamu jangan begini Ri, kata sahabatan sudah lama, kalau kamu ada masalah kamu harus bicara sama aku, dan kalau aku ada salah, aku minta maaf. Tapi tolong jangan tinggalin aku seperti ini…

Kamu nggak salah, aku lagi sibuk jadi aku pergi dulu.

Aku pergi meninggalkan Hasna, kudengar dia berlari bersama tangisnya. Sungguh aku sangat terluka saat kutahu dia meneteskan air matanya karena aku, Hasna maafkan aku, aku telah menjelma menjadi peria yang sangat jahat, aku juga tidak punya banyak keberanian untuk mengungkapkan hal yang sebenarnya terjadi, karena aku pun belum memahami hal ini di dalam hatiku, akankah aku mencintaimu?.

Hari-hari berlalu dengan cepat, lama aku tidak melihat Hasna seharusnya aku bahagia, karena ini yang aku mau, tapi aku merasa kehilangan dia. Semoga Hasna sudah bahagia bersama Farhan, lelaki yang sangat mencintainya itu. Pada suatu waktu Farhan menghampiriku dengan membawa sebuah harapan baru untukku.

Hei Ri.. Kamu apa kabar?

Alhamdulillah kabar baik, gimana kabar kamu, lama aku nggak lihat kamu…

Kabarku baik juga, Selama ini aku merenung, aku malu datang ke kampus apalagi kalau ketemu sama Hasna.

Kenapa mesti malu? kamu udah bicara sama dia kan?

Aku ditolak, Hasna bilang sudah ada pria lain yang dia cinta.

Siapa?

Kenapa kamu nggak tanya sendiri, kamu kan sahabat dia.

Setelah aku tahu bahwa Hasna menolak cinta Farhan aku merasa sangat senang tapi, kini aku tahu bahwa ia telah mencintai orang lain. Siapa orang itu? Yang pasti dia adalah pria yang sangat beruntung.

Aku memilih tempat yang sering aku kunjungi tempo hari, aku berniat untuk menenangkan diri ini, setelah mengalami banyak hal yang berkecambuk di hatiku. Hal yang tak pernah aku duga tiba-tiba Hasna mengirimku sebuah pesan.

Rio? Apa kamu lagi sibuk aku butuh kamu aku sedang berada di café yang biasa kita datangi. Tolong kamu ke sini, aku nggak berani pulang. Tolong aku…!

Setelah membaca pesan itu aku langsung menuju café yang dimaksud Hasna semoga dia baik-baik saja. Namun, semua tidak berjalan seperti keinginanku. Tiba-tiba ada telepon masuk ke ponselku.

Kring.kring.!

Assalamualaikum Sinta, apa ada hal penting?

Rio kamu ada di mana? Apa kamu bisa ke kampus sekarang, kita ada pembagian tugas untuk kegiatan ospek. Aku dan teman-teman menunggu kamu ya, cepat datang…!

Iya aku ke sana…

Aku tidak akan tenang kalau aku belum menemui Hasna, jadi kuputuskan untuk pergi ke café dulu. Setelah sampai, aku tidak melihat ada Hasna, jadi aku berusaha untuk mencari tahu tentang Hasna.

Mas boleh tanya? Apa tadi ada cewek yang datang ke sini bawa mobil warna hitam, dia pakai tas warna ungu.

Owh yang mahasiswa itu ya.

Iya Mas… Kira-kira dia sama siapa ke sini dan jam berapa dia pergi dari sini?

Tadi kalau saya lihat ia ditemani dua orang pakai baju hitam gitu, terus perginya sekitar 13 menit lalu.

Oh ya, terima kasih Mas.

Mendadak perasaanku menjadi sangat panik, aku tak tahu harus bagaimana, aku harus menemukam Hasna secepatnya. Esok harinya aku pergi kerumah Hasna dan aku hanya bertemu dengan ibunya yang sedang menangis bersama Ranti, adik Hasna.

Assalamualaikum Bu, apa yang terjadi? Hasna nya ada di rumah kan Bu?

Waalaikum salam Nak Rio… Bagaimana ini Nak, Hasna dari kemarin belum pulang juga, kami sudah lapor pada polisi, namun belum juga ada perkembangan.

Sabar ya Bu, aku janji akan bantu menemukan Hasna.

Terima kasih Nak Rio… Tolong bawa Hasna pulang dengan selamat.

Perasaanku menjadi tambah sakit, ke mana aku mau mencari Hasna, di mana kamu sekarang? Seandainya aku menjagamu hal ini tidak akan terjadi, seharusnya aku lebih cepat menghampirimu, bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan

Satu minggu telah kulalui bersama hal yang tak ku tahu akhirnya. Aku masuk kuliah karena ada hal penting yang harus aku lakukan, hari ini aku merasa sangat tidak enak badan, tapi aku paksakan saja, semoga ini tidak mengganggu konsenterasiku dalam menerima pelajaran.

Rio ayo maju, coba kamu kerjakan soal nomor satu, dan Randi kamu kerjakan soal nomor dua

Saat kulangkahkan kaki ke depan tiba-tiba pandanganku buyar, aku melihat banyak kunang-kunang, kepalaku terasa sangat berat dan aku tidak bisa lagi menyeimbangkan tubuh ini

BruuukkkRio!

Dia pingsan, Pak.

Ya sudah, cepat bawa dia ke klinik, mungkin dia sakit.

Aku berjalan di tempat yang sangat indah, ada banyak bunga dan kupu-kupu, aku sangat menikmati hal ini, aku merasa ada wanita yang sedang memandangiku dari kejauhan lalu aku mengejarnya.. namun wanita itu hilang, aku terus mencarinya sampai akhirnnya aku menemukannya, dia adalah Hasna.

Hasna apa yang kamu lakukan di sini?Dia tidak menjawab dan hanya memberiku senyum manis di bibirnya dan tiba-tiba dia menangis. Saat aku mau menghapus air matanya dia marah padaku.

Rio apa yang kamu lakukan padaku, kamu meninggalkanku sendiri.

Aku tidak bermaksud seperti itu.

Kamu yang membuat ini terjadi, ikhlaskan saja aku. Tapi tolong aku, datanglah padaku.

Aku tidak tahu apa yang dimaksud Hasna, saat aku mau minta maafada suara yang membangunkanku, ternyata aku hanya mimpi. Aku kembali ke kelas dan kubuka buku pelajaranku tadi, aku sangat terkejut setelah kudapati tulisan yang sangat tidak asing lagi bagiku, aku yakin ini tulisan tangan Hasna, dia menuliskan alamat namun aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan ini semua. Setelah lama berpikir aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku menyerahkan alamat ini pada polisi dan mereka akan pergi kesana, tapi aku tidak sanggup untuk ikut, aku takut ada hal buruk, jadi aku memutuskan untuk menunggu kabar di rumah Hasna.

Setelah lama menunggu ibu Hasna menerima telepon dari kepolisian lalu beliau histeris dan pingsan, aku tak tahu yang terjadi, setelah ibu Hasna sadar dia berkata, Nak Rio terima kasih kamu telah menepati janji kamu, terima kasih kamu telah menemukan Hasna.

Apa maksud Ibu? Jadi polisi sudah menemukan Hasna Bu?

Alamat itu benar Nak, Hasna ada di sana.

Alhamdulillah kalau begitu saya akan jemput Hasna ya Bu.

Jangan nak, biar polisi yang membawa Hasna pulang.

Kenapa ibu menangis, apa yang terjadi sebenarnya bu, ayo katakan.

Hasnadi… dia sudah tidak bisa tertolongPutriku meninggal Nak…

A… apa… Bu….? Ha… Hasna… ini nggak mungkin terjadi kan Bu. Ayo ibu bilang sama aku kalau Ibu cuma bercanda kan…

Ibu nggak bohong Nak, putriku meninggal, dia dibunuh oleh suruhan rentenir. Ayah Hasna ternyata terbelit hutang yang banyak, Tante nggak tahu soal ini, setahu Tante suami Tante sedang ada tugas di luar kota, tapi dia membohongi Tante. Sebenarnya suami Tante kena PHK di kantornya. Lalu rentenir itu mengambil mobil yang dikendarai Hasna dan membunuhnya…

Setelah mendengar penjelasan ibu Hasna aku langsung pergi, dan pulang kerumah. Aku tidak mau disana, karena aku akan semakin terluka nantinya. Berhari- hari aku mengunci diri di kamar, aku seakan kehilangan hidup. Menyesal, hanya itu yang ada di benakku seandainya aku begini, harusnya aku beginitapi semuanya terlambat.

Oh, Hasna…. Aku belum mengucapkan maaf, aku belum mengatakan apa yang kurasa, bahwa sebenarnya aku sangat mencintaimu. Rasa bersalah selalu menghampiriku, aku tidak punya keberanian bahkan aku tidak datang pada acara pemakaman kamu, aku adalah pria yang sangat jahat… Seharusnya jika aku tahu kamu akan pergi, aku tidak akan pernah membuatmu meneteskan air mata.

Aku telah merasakan ketenangan di dalam jiwa ini. Hari ini, 27 Oktober 2015 aku berkunjung ke makam Hasna, aku memandangi tulisan sebuah nama yang tertulis sangat apikHasna Ramadhina.Kuletakkan mawar putih di samping batu nisan ini, aku membelai lembut nisan ini.

Kak, Ranti kemari mengantar Kak Rio, kakak semoga berada di tempat yang indah disana, Ranti sangat menyayangi kakak…suara lembut Ranti memecah keheningan, namun menambahkan rasa sendu.

Hasna, maaf aku selalu datang terlambat untuk menemui kamu, masih adakah maaf untukku, aku telah menyadari semua dan aku tidak akan menyesalinya. Bukankah kamu pernah berkata,Tiada ekor yang ada di depan, begitu pula penyesalan…Hasna tetap akan aku katakan yang sejujurnya, bahwa aku mencintaimu, aku berharap kita akan bertemu lagi di kehidupan yang lain, semoga kamu hidup tenang di sana.

Aku membacakan surat al-Fatihah bersama air mata yang tak bisa lagi kubendung.*)


Camera 360Intan Indriyani lahir Banjarnegara 02 Desember 1998. Pemilik kesukaan menulis dan mendengarkan musik ini tinggal di Desa Sipedang Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara bersama orang tuanya, Bapak Sugi Wargiyanto dan Ibu Kuswarneni. Sekarang masih menjadi siswa Kelas XII IPA Keterampilan MAN 2 Banjarnegara, Jalan Letjen Suprapto 95 A Banjarnegara 53417.

6 thoughts on “Tiada Ekor di Depan

  1. Cerpen ini mampu membuat pembaca seakan-akan masuk ke dalamnya karena kata-kata yang digunakan sangat sederhana, namun terlepas dari itu makna yang ada di dalammya mampu membuat pembaca sadar bahwa janganlah kecemburuan membuat hilangnya sebuah persahabatan.

    • Terima kasih untuk Khilmi atas apresiasinya. Memang benar bahwa rasa cemburu tidak boleh merusak sebuah persahabatan, dan akan lebih baik lagi apabila kita mempunyai rasa sayang terhadap seseorang Kita harus mengungkapkannya.
      Untuk Khilmi, aku tunggu karyamu.🙂

  2. Cerpen Tiada Ekor di Depan ini menggambarkan kisah percintaan anak ABG jaman sekarang yang penuh dengan chemistry. Dengan adanya cerpen karya intan indriyani ini semoga pembaca dapat menelaah bahwa jangan jadikan cinta sebagai pembutaan persahabatan

    • Memang benar cerpen ini menceritakan kisah cinta para ABG, Harapan saya semoga cerpen ini dapat memberikan manfaat berupa motivasi agar para remaja (ABG) sadar bahwa persahabatan lebih utama dari pada cinta.
      Terima kasih atas apresiasinya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s