Puisi-puisi Arif Triyono

Cinta Terakhir

Sunyi dalam sepi

Sedih dalam tangis

Gelap dalam malam

Rintihan dalam ratapan

 

Bunga yang terbayang

Berputar dalam pikir

Namamu yang terucap

Dengan tak sadar

 

Ingatkah pada Matahari yang menghangatkan

Ingatkah pada Bulan yang menyinari

Sadarkah rindu ini datang padamu

Sadarkah cinta ini bersandar di hatimu

 

Pengharapan di dada

Hanya penantian panjang

Sampai bunga kehilangan daun

Sampai Matahari ke peraduan

 

Kini usai sudah segala penantian

Setelah ku temukan bunga yang hilang

Pada hatimu kulabuhkan cinta

Karena kaulah cinta terakhirku

 

Luka Ini

 

Pupus sudah tangkai ini

Karena layunya mawar

Hilang sudah air mata

Yang tertetes dalam lara

 

Kaulah apiku

Pembakar jiwaku

Namun, semua sirna

Karena gerimis tangis

 

Lara yang kau tanam

Berbuah duri di dada

Cinta yang tertanam

Semua hanyut

 

Pengharapan di jiwa

Terusik sudah

Hanya lara yang terpendam

Kekal abadi

….

Arif Triyono lahir di Banjarnegara, 29 September 1995 merupakan siswa kelas XII IPA-Keterampilan MAN2 Banjarnegara. Putra pasangan Bapak Kantimin dan Ibu Misnah ini sekarang tinggal di Desa Dagansari RT 02 RW 02 Pagedongan Banjarnegara.

8 thoughts on “Puisi-puisi Arif Triyono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s