Bermimpilah

Cerpen Wiwit Hermawati

Yang membuatku takut untuk bermimpi bukanlah karena orang lain yang selalu menilai kelemahanku, melainkan adalah diriku sendiri. Aku terlalu takut jika aku tak bisa mendapat apa yang aku iniginkan, terlalu takut untuk bersaing dengan mereka yang jauh lebih hebat dibanding diriku ini. Setelah sekian lama aku tak memiliki mimpi yang jelas, setelah sekian lama aku hidup dalam ketakutan mimpi, setelah sekian lama aku tak berani untuk bersaing, akhirnya kini aku tahu jelas apa yang kuimpikan. Tanpa mimpi hidupku terombang-ambing tak bertujuan, tanpa mimpi tak ada sebuah penyemangat hidup.

Aku memang lemah, aku tak seperti mereka yang memiliki banyak bakat. Setiap orang memang seperti bintang yang meliki sinar keindahan tersendiri. Tapi permasalahannya aku tak pernah tau seindah apa cahayaku dibanding yang lain. Aku hanya tau apa kurangnya aku tanpa sedikitpun tau apa kelebihan yang aku miliki. Aku memang takut untuk bermimpi, tapi ada seseorang yang membuatku berani untuk bermimpi, yang membuatku mampu berpikir dewasa, yang membuatku memiliki sebuah pendirian. Dia memang orang yang cukup dekat denganku. Querida, biasa aku memanggilnya.

Apa orang sepertimu memiliki mimpi dan tujuan hidup?” tanya Querida dengan tatapan mata yang tajam.

Tentu saja punya,” jelasku yang juga membalas tatapannya.

Apa cita-citamu?” tanyanya dengan halus.

Aku belum tahu spesifiknya, tapi yang jelas apa yang kuharapkan nanti adalah sesuatu yang kusukai.”

Benar apa yang kuduga, kamu tak punya mimpi. Mimpimu itu abstrak, seperti mimpi dalam tidur. Apa yang ingin kamu dapat secara khusus di kehidupan dunia ini, itulah tujuan hidupmu. Dan cita-cita adalah gambaran nyata dari sebuah tujuan hidup,” terangnya dengan raut wajah yang begitu serius.

Tapi, aku tak memiliki kelebihan yang membuatku berani untuk bermimpi…!” tegasku dengan nada yang keras.

Apa mimpi itu harus milik mereka yang memiliki bakat khusus?!” tanya ia dengan nada yang lebih keras.

Tapi, jika orang sepertiku yang tak memiliki kelebihan sangat terobsesi dengan sebuah mimpi ini akan menyakitkan! Mungkin aku hanya bisa melihat mimpiku dalam tidur tanpa bisa mewujudkannya, tanpa bisa merasakan apa yang kuingin…!” aku menjawab pertanyaannya dengan mata yang berkaca-kaca.

Querida yang melihat mataku berkaca-kaca sontak terdiam. Mungkin ia tak tega jika harus melihatku menangis karena pertanyaan-pertanyaannya. Sebenarnya aku juga sudah tak sanggup jika harus melanjutkan perdebatan ini. Apa yang ditanyakannya memang tidak salah, hanya aku saja yang tak pernah mau mendengarkan saran orang lain terhadap diriku. Aku tak pernah ingin mendengarkan penilaian orang lain terhadapku, aku hanya inigin menjalani hidup ku apa adanya, menjalani hidup cuek tanpa harus memperhatikan penilaian atau perkataan orang lain. Apatis dengan orang lain.

Suatu pagi aku kembali bertemu dengan Querida. Ia melanjutkan pembicaraan kita yang telah lalu.

Dengar dulu apa yang aku katakan, jangan mengabaikan kata-kataku. Aku tahu kamu adalah orang yang apa adanya dan cuek, tapi apakah kamu tidak ingin merubah sedikit sikapmu?” tanya ia kepadaku.

Kamu tahu saya orang yang apa adanya dan cuek, tak pernah mendengarkan penilaian orang terhadapku, lantas kenapa kau menyuruhku untuk mengubah sikapku?” tanyaku kembali.

Hidup apa adanya itu beda dengan sebuah pendirian. Menjadi dirimu apa adanya adalah selalu menjadikan dirimu lebih baik dan mempertahankan kebaikan, sedangkan prinsip kehidupan adalah sesuatu yang kamu yakini untuk tetap melekat kuat dalam hidupmu, yang dijadikan pegangan. Lalu apakah sikapmu yang cuek, kekanakan, minder, pemalu, akan tetap kau pertahankan untuk dijadikan sebuah pegangan hidup?”

Apa maksudmu?” tanyaku yang memang sedikit bingung dengan ucapannya.

Setiap orang punya mimpi, begitu juga dengan kamu. Sayangnya setiap orang berbada, ada yang berani bermimpi dan berusaha mewujudkannya, tapi ada juga yang sepertimu. Mimpi tak harus kau gapai dengan sebuah kelebihan dalam hidupmu,” jelasnya

Lalu bagaimana aku bisa bermimpi dengan semua kekurangan yang aku miliki?!” tanyaku kesal.

Apa penilaian orang terhadapmu selama ini? Apa imaji yang melekat kuat dalam dirimu?”

Minder, pemalu, dan pendiam,” jawabku singkat.

Lalu hal apa yang kau sukai? Apa yang ingin kau lakukan?”

Hal-hal yang berhubungan dengan sport, itulah yang kusukai. Ingin masuk dalam dunia olahraga, itu yang kuingin. Tapi apakah kau pikir mimpiku adalah menjadi seorang atlet hanya karena aku menyukai dunia sport? Jika kau berpikir seperti itu kau salah besar, aku sangat lemah dalam hal olahraga.”

Imaji negatif dalam dirimu yang selama ini orang lain ketahui, manfaatkanlah ia,” ucapnya yang tak begitu jelas.

Aku tak mengerti apa yang kau katakan.”

Memutar balikkan keadaan, menjadikan kelemahanmu menjadi sebuah kelebihan. Orang lain menilaimu dengan sosok pemalu dan pendiam, kau bisa merbahnya menjadi sosok yang percaya diri dan mau banyak bicara. Dengan itu apa yang kau ingin, yaitu bisa masuk dalam dunia sport bisa terwujud.”

Ya, aku mengerti maksudmu. Akan kupikirkan lagi saran-saran darimu. Terima kasih,” ucapku dengan senyum untuknya.

Sejak saat itu aku tak takut lagi untuk memiliki sebuah mimpi. Kini aku tahu apa mimpiku. Jurnalist Sport….! Ya, itulah yang kuingin. Akan kugunakan kelemahan yang kumiliki menjadi sebuah kelebihan, aku akan bisa mewujudkan apa yang ku ingin dengan sebuah kekurangan yang menjadi kelebihan. Kelemahanpun bisa menjadi celah untuk bermimpi. Tak ada alasan lagi untuk takut bermimpi.

Setiap anak pasti memiliki sebuah mimpi, sebuah harapan, sebuah keinginan, sebuah cita-cita, tak ada yang melarang seseorang untuk bermimpi. Setiap manusia bebas bermimpi, bebas menentukan mimpinya. Mimpi bukan hanya milik mereka yang berharta, bukan milik mereka yang pandai, bukan milik mereka yang berbakat. Tapi, mimpi adalah milik mereka yang mau berusaha. Mimpi bukan hanya sebuah utopia tapi sebuah ideologi nyata dari kehidupan. Bukan hanya untuk jadi ilusi tapi untuk diwujudkan. Bukan hal mudah untuk mewujudkan mimpi, perlu sebuah perjuangan. Tak segalanya didunia ini perlu uang, tapi segala sesuatu di dunia ini membutuhkan sebuah perjuangan, karena hidup tak akan lepas dari sebuah perjuangan. Mereka yang tak mau berjuang akan tetap menyimpan rapi mimpinya dalam kelelapan, tapi mereka yang mau berjuang akan bangun untuk menjadikan sebuah kenyataan dari mimpinya.

Adakalanya seseorang terpaksa atau bahkan dipaksa untuk menyerah, adakalanya ia harus melepas mimpinya. Tapi apakah semua itu adalah sebuah alasan untuk takut bermimpi? Tentu saja tidak! Adakalanya dalam sebuah perjuangan kita harus mengalah atau kalah. Tapi, bukan berarti kita tak akan berdiri lagi dengan harapan baru.

Aku takkan jadi pemimpi abstrak yang tak memiliki harapan jelas. Hidupku punya mimpi, hidupku punya tujuan, tinggal bagaimana aku bisa mewujudkan apa yang kuharapkan. Harapanku hadir bukan saat aku menginginkan seperti apa yang mereka dapat tapi harapanku hadir saat aku tak tahu tujuan hidupku dan saat aku tak bisa menemukan bakatku. Saat aku takut bermimpi, justru saat itulah aku punya mimpi. (*)

***

Wiwit Hermawati lahir Banjarnegara 26 Oktober 1995 merupakan siswa Kelas XII IPA 4 MAN 2 Banjarnegara, yang tinggal di Desa Paseh Kecamatan Banjarmangu Banjarnegara. Penyuka olahraga ini memiliki moto hidup: “Jangan hidup dalam sebuah mimpi tapi hiduplah untuk mewujudkan mimpi!”

12 thoughts on “Bermimpilah

  1. Buat cucunda Wiwit Hermawati..

    Saya senang membaca cerpenmu dari awal sampai akhir, soalnya kau membuka cerpenmu dengan mengajak pembaca berdialog langsung. Kalimat yang saya maksudkan adalah sbb: “Yang membuat saya takut bermimpi adalah….dst…dst… Itulah yang membuat Kakek penasaran, sehingga tertarik membaca sampai selesai. Daya tarik lain dari tulisanmu adalah kau mampu mengurai gejolak isi hatimu dengan jelas, sehingga saya sempat menduga kau adalah seorang mahasiswi yang sudah matang dalam hal tulis-menulis. Setelah melihat data pribadimu di bawah, Kakek semakin kagum kepadamu. Tidak semua orang mampu menjabarkan isi hatinya menjadi tulisan, sehingga bisa dinikmati orang lain. Selamat dan salam sayang dari Kakek Bintang Rina.

    Menulis dan teruslah menulis, jangan berharap tetapi juga jangan putus asa. Biarkan Tuhan menuntun tanganmu dalam menulis.

    • Terima kasih atas apresiasinya, Eyang.
      Saya terbiasa menulis apa yang saya rasakan, ataupun yang saya lihat. Dan cerpen yang berjudul BERMIMPILAH adalah sebuah karya yang saya tulis dari apa yang saya alami.

      Insya Allah saya akan terus menulis. Ada kata-kata yang memotivasi saya untuk menulis. Kata-kata ini diungkapkan oleh seorang tokoh sastra, yaitu Mochtar Lubis: “Buatlah tulisan setiap hari – sekali lagi setiap hari – di buku harian Anda. Jangan menyerah jika selama satu hari, Anda tidak menulis apapun karena merasa buntu pikiran. Saat kesulitan seperti itulah yang menentukan apakah Anda menyerah atau terus maju.”
      Membaca kata-kata tersebut, saya menjadi semakin termotivasi untuk menulis, meskipun tulisan-tulisan yang saya buat masih sangat sederhana.

      Sekali lagi terima kasih dan salam sayang pula dari saya…

  2. Dari cerpen ini ada inspirasi yang kudapatkan, dari kalimat: “Tanpa mimpi hidupku terombang-ambing tak bertujuan, tanpa mimpi tak ada sebuah penyemangat hidup. Aku memang lemah, aku tak seperti mereka yang memiliki banyak bakat. Setiap orang memang seperti bintang yang meliki sinar keindahan tersendiri.”
    Aku menyukai rangkaian kalimat ini.Memang setiap manusia berbeda-beda. Kita tidak harus meniru semua tentang mereka. Kita mempunyai mimpi sendiri untuk masa depan kita, jadi kita tetap berusaha dan yakin dengan kemampuan diri sendiri, bahwa ada kemampuan yang tidak dimiliki orang lain.

    Jangan pernah putus asa, pasti impian kita semua akan tercapai dengan:
    D : Do’a
    U : Usaha
    I : Ikhlas
    T : Takwa

    • Terima kasih…
      Alhamdulillah bila kalimat saya bisa menginspirasi Anda. Memang setiap orang memiliki kelebihan tersendiri, tapi tidak semua orang mengetahui kelebihan yang ia miliki. Tapi ini bukan berarti bahwa kita takut untuk mewujudkan apa yang kita ingin.

      Mimpi membuat hidup lebih indah, karena kita memiliki sebuah tujuan yang pasti. Terkadang akan ada sebuah kegagalan untuk mewujudkannya, tapi keputusasaan tak akan menjadi sebuah jalan. Benar apa yang Anda katakan, impian bisa tercapai dengan DUIT.🙂

  3. Assalaamu’alaikum wr. wb…

    Sebuah luahan yang nyata banyak dimiliki oleh sesiapa sahaja yang takut bermimpi untuk merealisasikan impiannya. Jangan takut bermimpi hal yang besar-besar dalam hidup kerana punya impian yang besar akan mengusahakan kita untuk meraihnya.

    ASAL BERANI BERMIMPI SEGALANYA MUNGKIN.

    Cuba hargai diri sendiri dan potensi yang sekian lama terpendam. Perasaan takut dan tidak percaya diri bisa membunuh diri sehingga lemah untuk bersaing dengan orang lain. lakukan dengan berani dan yakin bahawa setiap orang boleh melakukan sesuatu mengikut upaya mampunya.

    Cerpen yang menginspirasikan buat mereka yang masih jauh di alam mimpinya.
    Semoga sukses selalu Wiwidt.
    Salam sayang dan salam kenal dari Bunda di Sarikei, Sarawak.😀

    • Wa’alaikumsalam wr. wb.

      Terima kasih atas perhatian dan apresiasi Bunda terhadap cerpen saya.
      Cerpen itu merupakan “kegelisahan hati” atas sebuah mimpi. Menurut saya mimpi adalah sebuah tujuan hidup, kita akan bisa menggapainya dengan sebuah keyakinan dan optimisme. Jika kita sudah yakin dan optimis maka untuk ke depannya juga akan membuahkan hasil yang tidak mengecewakan. Untuk itulah, kita mesti mampu dan mau mengelola mimpi dengan baik.

      Terima kasih pula atas doanya, mudah-mudahan makin membuat saya mampu mengembangkan kreativitas.
      Salam sayang dan salam kenal juga dari saya, Wiwit di Galeri Siswa. 🙂

    • Terima kasih, alhamdulillah jika kata-kata saya mampu membuat sebuah motivasi untuk orang lain. Berjuang meraih mimpi adalah hal wajib dalam hidup kita. Aku, kamu, dan kita semua wajib berjuang meraih apa yang kita impikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s