Jerapah yang Bijaksana

Dongengan  M. Mahfudz

Jerapah yang BijaksanaPada suatu hari, di padang rumput yang amat panas, seekor Gajah sedang berdiam diri di bawah pohon yang besar untuk menghindar terik matahari yang amat panas. Datanglah seekor burung hinggap di sebuah ranting, kemudian menyapa gajah itu.

“Selamat siang Gajah? Apa yang sedang engkau lakukan di bawah pohon ini?”

Si Gajah pun menjawabnya, “Siang juga burung, saya sedang istirahat dan juga menghindari terik matahari yang amat panas hari ini.”

Kemudian Si Burung itu turun dan mendekati gajah itu, hal yang tak disangka pun terjadi, yang tiba-tiba Si Burung itu mengejek dan menghina Si Gajah itu.

Hahaha… makanya badan tuh jangan terlalu besar, jadi kepanasan…” Dengan kata–kata yang ringan menyombongkan diri kepada Gajah, “Seperti aku ini yang kecil dan terlindungi dari bulu-bulu dan bisa terbang tinggi dan tidak merasakan panas.”

Gajah pun menjawab dengan perasaan marah, “Sombong sekali kau burung, apa yang bisa kamu lakukan selain terbang?”

Aku bisa pergi dari pulau ke pulau lain lain tanpa kepanasan,” jawab Si Burung sambil tertawa.

Tiba-tiba datanglah seekor Jerapah, dan mendekatinya, “Ada apa kalian ribut-ribut di siang hari yang panas ini?”

Ini Si Burung menghina saya,” kata Si Gajah.

Tidak! Saya tidak menghina dia, saya cuma mengatakan jangan terlalu besar badannya agar tidak kepanasan…” jawab burung dengan tenangnya.

Si Jerapah dengan bijaksana berkata kepada mereka, “Janganlah kalian saling bertengkar, sesungguhnya kalian diciptakan dengan sebaik- baiknya beserta kelebihan dan kekurangan pada diri masing-masing makhluk hidup. Pada Gajah, ya memang badannya besar dan tidak punya bulu selebat burung dan tidak bisa terbang, tapi Gajah dengan badan yang besar itu diberikan kekuatan luar biasa. Ia dapat merobohkan pohon, bahkan dapat melemparkan batang pohon yang amat besar.”

Si Gajah dan burung pun terdiam. Mereka menghayati kata-kata si Jerapah. Kemudian Si Burung bertanya, “Kalau pada burung adakah kelebihannya?”

Kemudian si Jerapah meneruskannya lagi, “Dan kamu burung diberikan kelebihan dapat terbang tinggi ke angkasa bebas dengan sayapmu, dan kamu dapat pindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan cepat menyeberangi lautan, pepohonan, dan masih banyak lainnya hanya dengan membentangkan sayap.”

Mereka pun sadar, “Jadi janganlah saling menghina satu sama lain. Jika kalian menghina, kalian sedang menghina ciptaan Allah,” kata Si Jerapah dengan senyum.

Akhirnya merekapun saling memaafkan, terutama Si Burung yang telah menghina duluan. Si Burung sadar diri bahwa ia tidak bisa merobohkan pohon yang besar seperti apa yang dilakukan oleh Gajah. Gajah juga minta maaf kepada Si Burung yang walau lebih kecil ia dapat mengelilingi dunia lebih cepat darinya. Jerapah pun senang melihat mereka yang saling memaafkan dan saling memahami kelebihan dan kekurangan makhluk lain.

Matahari semakin tenggelam, dan haripun sudah semakin sore, mereka berpisah dan menuju kelompok masing-masing.

M. Mahfudz lahir Banjarnegara 19 Februari 1994 merupakan siswa Kelas XII IPA Keterampilan, yang tinggal di Desa Lengkong Kecamatan Rakit Banjarnegara. “You’ll never walk alone” adalah kata-kata yang menjadi inspirasi baginya.

6 thoughts on “Jerapah yang Bijaksana

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, semua sahabat di Galeri Siswa

    Ramadhan membasuh hati yang berjelaga
    Saatnya meraih rahmat dan ampunan-Nya
    Untuk lisan dan sikap yang tak terjaga
    Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.

    Selamat Hari Raya Aidill Fitri 1 Syawal 1433 H
    Maaf Zahir dan bathin

    Minal Aidin Wal Faidzin
    Taqabalallahu minnaa wa minkum

    Salam Ramadhan dari Sarikei, Sarawak.😀

    • Wa’alikumsalam Wr. Wb…

      Terima kasih atas kunjungan dan ucapannya, Bunda.
      Wah, jadi nggak enak hati nih, anak muda keduluan yang lebih tua berkunjung dan minta maafnya. Maafkan kami ya Bunda.

      Yang pasti, kami ucapkan pula selamat Idul Fitri, taqobalallahu minnaa wa minkum, shiyamanaa wa shiyamakum, minal ‘aidin wal faizin.
      Mohon dimaafkan segala salah dan khilaf.

      Salam Idul Fitri dari kami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s